Salah satu yang harus dimiliki dalam berwisata kuliner adalah sifat sabar. Karena kalau kita pergi ke tempat-tempat favorit masyarakat setempat, apalagi ditambah wisatawan kuliner, maka kadang kala terjadi antrian panjang, adu kuat, adu lihai dalam memesan. Nah kalau orang asing (misalnya orang jakarta di bogor .. he he he) suka nggak tau apa yang enak dimakan disana, dan bagaimana cara memesannya. Saran: bawalah orang lokal saat akan makan di tempat seperti itu atau, coba bersahabat dengan yang kelihatannya ramah dan bisa membantu.
Hal serupa yang dihadapi saat ingin mencicipi soto kuning paling top sedunia ini .. Soto Pa Salam ..beruntung buat kami ada Marchel yang menemani perjalanan sejak di Toge Goreng Mak Epon, jalan-jalan ke pasar bogor, gang Aut, dan Soto Pa Salam ini. Dari dia kami tahu umumnya Pa Salam buka pukul 4-an, berarti kita harus berada disana tidak jauh dari jam segitu karena bila terlambat lama akan kehabisan banyak bahan yang enak-enak .. Belum lagi untuk antrinya ..
Nah prosedur makan disini, seperti dimana-mana dimulai dengan memesan pada staf Kang Iwan yang bertugas menerima order .. kalau kita tidak kebagian duduk dalam tenda, sebaiknya kita memesan dari ujung sebelah kanan tenda .. karena ujung kiri ada tempat menyiapkan dan penyelesaian transaksi alias bayar-bayar.
Disebelah kiri sini kita akan terpapar pada aneka lauk untuk dipilih, baik berupa gorengan seperti empal, kentang, petai, paru; maupun yang rebusan seperti babat, kikil, otak dan lainnya … Kita tinggal tunjuk mau yang mana dan berapa untuk serombongan kita, pakai nasi tidak .. sebaiknya pesan yang cukup untuk dimakan, jangan sampai kekurangan – susah antrinya lagi. [Apalagi jengkol yang kalau meleng sedikit sudah habis ...]
Setelah dari sana akan diproses oleh Kang Iwan, penerus Pa Salam.. orang yang penuh riang akan melayani pembelinya dengan aneka kode dan humornya .. apa ini yang bikin orang betah ya selain enaknya soto itu sendiri ..? Siapa sih yang tidak senang diberi sentuhan manusiawi meskipun antrian panjang dan cukup lama … Dia akan meracik dan memberikan sentuhan akhir pada pesanan kita sebelum diserahkan … Tinggal menikmati dan bayarlah kalau begitu … pantaslah dia ucapkan “Selamat!” kalau sudah selesai semuanya .. soalnya kita lolos makan soto dengan nikmat dan sabar ..
Soal rasanya saya tak akan bercerita banyaklah .. semua sudah bisa bayangkan kegurihan soto semacam ini .. juga betapa enaknya rasa jengkol, empal, paru, babat dan otaknya …ah bikin saya mau kembali kesana secepatnya …
Catatan: maaf saya motret dalam keadaan lapar dan kalap nunggu antrian …he he he jadi gak konsentrasi















0 komentar:
Posting Komentar