Tampilkan postingan dengan label Wisata kuliner Jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata kuliner Jabar. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Bakso Semar

Preview

Bakso urat dan tulang rusuk nya sangat terkenal di bandung. Harga yang ditawarkan mulai Rp 11.000 seporsinya. Tempat ini buka selama 24 jam.

AlamatJl. Cihampelas Bawah No. 68
KotaBandung

RM Sate & Gulai Hadori

Preview


Sate kambing disini sangat khas memiliki rasa daging pahanya yang lembut, enak, kuahnya sangat pas di lidah. Rasanya tidak pernah berubah sejak dahulu, tetap sama dan inilah yang membuat para pelanggan tidak pernah pindah ke lain hati.

AlamatJl. Stasiun Timur 11-12, Kebon Jeruk
KotaBandung

Bakso Bakwan Malang OKE

Preview

Menu utamanya bakso malang, terdiri dari bakso urat, somay rebus, tahu putih, pangsit goreng dan pangsit rebus. Sudah buka hampir 15 thn di Bintaro Sektor 9, keunggulan dari bakso malang ini adalah kuahnya yang gurih karena di racik dengan bumbu yang pas, sehingga membuat orang yang makan disini ingin datang kembali.

AlamatNine Walk Bintaro Jaya Sektor 9
KotaJakarta » Selatan »Bintaro

Rabu, 25 Juli 2012

Menyesap Nikmatnya Kuah Bakso Seuseupan

Menyesap Nikmatnya Kuah Bakso Seuseupan


 Main-main ke kota Bogor tak lengkap jika tidak mampir ke warung Bakso Seuseupan. Baksonya nikmat ditambah kuah gurih. Slurp... Uniknya, bakso di sini juga diberi lemak goreng yang bikin makin sedap. Ah, kelezatannya bikin ketagihan!


Bogor memang dikenal akan wisata kulinernya. Ada beberapa kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya warung dan restoran enak, salah satunya adalah Bantar Jati. Sepanjang Jalan Bangbarung Anda akan menemukan macam-macam rumah makan yang berbaur dengan pemukiman. Toko kue, restoran steak, hingga warung bakso terletak berjejer.



Bakso Seuseupan cukup mudah ditemukan karena terletak di pinggir jalan raya dan spanduknya terpampang cukup jelas. Rumah makan ini terletak lebih rendah dari jalan, sehingga kita harus menuruni tangga untuk masuk ke dalamnya. Meski terlihat sederhana, Bakso Seuseupan banyak dikunjungi selebriti lho! Apa sebabnya?



Jika bukan tempatnya yang istimewa, pastilah rasanya yang mengundang pelanggan rela jauh-jauh ke sini. Untuk membuktikannya, saya memesan seporsi bakso telor spesial (Rp 13,000) dan segelas es kelapa alpukat (Rp 7,000). Kawan saya ingin mencicipi mie ayam (Rp 7,500) ditemani dengan segelas es jeruk kelapa (Rp 7,000).



Pesanan kami diantar oleh pelayan berbaju batik. Hmm... Aroma bakso dan mienya menguap menusuk hidung. Jika biasanya bakso telor berisi satu butir bakso besar isi telur dan tiga butir bakso daging kecil, yang ini agak berbeda. Di mangkuk tersedia tiga butir bakso berukuran sedang dengan kuah bening bertabur seledri.



Sengaja saya tak menambahkan apa-apa untuk mencicipi citarasa asli kuah bakso ini. Saat disruput, kuah kaldunya gurih terasa. Asinnya pas. Memang tak seharusnya kuah ini ditambahkan saus, sambal, kecap, cuka, atau garam karena begini saja sudah nikmat. Slurp!



Saat bakso dipotong menjadi dua potong, ternyata bakso ini berisi telur puyuh utuh, makanya tak terlalu besar. Saat digigit, teksturnya lembut dan pas kenyalnya.



Saya penasaran dengan sesuatu berwarna cokelat keemasan yang mengapung di atas kuah. Saat dikunyah, oh ternyata ini gajih yang dikeringkan dan digoreng! Sebelumnya, saya selalu menghindari makan gajih yang dimasukkan bersama bakso karena terasa terlalu berlemak. Tapi, karena digoreng kering, gajih ini terasa tak berlemak, renyah, dan gurih terendam kuah. Inovasi ini rasanya patut diacungkan jempol karena membuat bakso makin sedap.



Mie ayam punya teman saya pun enak. Mienya agak kecil-kecil dan kenyal. Di atasnya diberi potongan dada ayam yang empuk berwarna kecokelatan dan lumayan royal. Siraman kuah kaldu serta taburan bawang goreng, daun bawang, dan caisim melengkapi mie ayam Seuseupan ini. Apalagi jika ditambahkan kerupuk pangsit goreng (Rp 1,500) yang renyah enak. Kriuk kriuk!



Puas menikmati bakso dan mie ayam, saya menyedot manisnya es kelapa alpukat. Daging kelapanya sedang, tak muda juga tidak tua. Air kelapanya ditambahkan gula merah dan sedikit santan, plus tidak lupa potongan alpukat. Minuman ini sama segarnya dengan es jeruk kelapa punya teman saya. Cocok membilas hangatnya kuah bakso dan mie.



Satu lagi yang patut diacungi jempol dari Bakso Seuseupan adalah kehalalannya yang tak asal sebut. Higienitas dan kualitas makanan di sini terjamin dengan adanya sertifikat halal LPPOM MUI yang tertempel di dinding. Dengan citarasa, mutu, dan harga sedemikian, rasanya wajar saja Bakso Seuseupan jadi pilihan para tokoh kondang dari luar Bogor sekalipun.



Bakso Seuseupan
Jl. Bangbarung Raya No. 3, Bantar Jati, Bogor
Telepon: 0251 7107730/0818821606
Buka setiap hari pukul 09.00-21.00 kecuali Jum'at 13.00-21.00



Pertigaan Tapos, Jalan Raya Puncak Seuseupan II, Desa Bendungan, Ciawi, Bogor



Gurih-gurih Kenyal Bakso Urat Boboho

Sluuurp! Gurih-gurih Kenyal Bakso Urat Boboho



Kedai bakso yang satu ini tak pernah sepi pengunjung. Ada mi baso urat, mi yamin bakso, es jeruk kelapa, dan es teler. Bakso urat ukuran jumbo tenggelam dalam kuah kaldu yang hangat gurih bersama empat bakso urat ukuran kecil. Sluurp..gurihnya!

Disepanjang jalan kawasan Bantarjati, Bogor berjejer aneka jajanan lezat yang bisa bikin ngiler saat melintas kawasan ini. Salah satu kedai yang selalu ramai adalah Bakso Urat Boboho. Wah, jadi penasaran untuk segera mampir mencicipi.

Banner besar bertuliskan Bakso Urat Boboho, sudah melambai-lambai di depan kedai. Sesuai dengan namanya Bakso Urat Boboho, warung ini menyediakan bakso urat sebagai unggulan. Ada dua gerobak bakso dan minuman pada bagian depan warung. Bangku dan meja panjang yang terjejer rapi memberikan kebebasan kepada pengunjung untuk memilih tempat duduk.

Meskipun hanya dua menu makanan yang ditawarkan. Mie bakso urat dan yamien bakso urat. Uniknya justru ada berbagai jenis jus dan aneka es seperti es teler, es buah, es jeruk kelapa, jus apel, jus melon dan lain-lain. Semangkuk mie baso urat (Rp. 12.000) dan semangkuk es teler (Rp. 8.000) pun saya pesan untuk mengisi perut di sore hari. Maklum cuaca kota Bogor lumayan terik.

Kepulan kuah bakso yang panas dari kejauhan terlihat sangat mengugah selera. Seporsi bakso urat ini berisi satu bakso urat ukuran besar dan 4 buah bakso urat berukuran sedang. Taburan bawang goreng dan seledri menjadi sentuhan akhir. Mmm.. harumnya kuah kaldu bening kecokelatan ini semakin menusuk hidung!

Sluurp.. kuah kaldu bening kecokelatan dengan sedikit jejak lemak terasa gurih tidak berlebihan. Saat digigit bakso uratnya terasa empuk dan lembut dengan jejak urat yang kenyal-kenyal enak. Lain lagi dengan bakso urat ukuran sedang tekturnya lebih halus karena tidak terllau banyak jejak urat sapi didalamnya.

Ada pemandangan yang tak biasa di mangkuk bakso ini. Gorengan warna cokelat bentuk kotak ikut tergenang dalam mangkuk bakso. Saat digigit ternyata ini adalah lemak yang digoreng kering. Mulanya Terksturnya yang garing dan gurih, bisa juga dijadikan sebagai pengganti kerupuk loh. Kriuk-kriuk krenyes, bikin rasa kaldu bakso makin gurih enak.

Semangkuk es teler pun menjadi pendamping pas buat semangkuk bakso. Isian es teler ini sungguh menggoda, ada nangka, kelapa muda dan alpukat. Ditimbuni es serut yang menutupi isian disiram sirup merah dan susu kental manis.

Hmm...rasa dingin manis dan segarnya menghapus rasa gurih bakso di mulut. Tak salah jika di warung ini banyak pilihan es campur. Karena memang pas buat meredam aroma gurih kuah bakso. Isian es teler ini juga lumayan padat. Nangka, alpukat plus kelapa muda berdesakan di dalam es ini.

Ternyata kalau mau jajan enak dan halal tidak perlu mahal di Bogor. Buktinya warung bakso yang bersertifikat halal ini selalu disesaki pengunjung. Apalagi di sore hari. Kalau ke Bogor, jangan lupa jajan bakso di sini!

Bakso Urat “Boboho”
Jl. Bangbarung Raya No.51
Bantarjati-Bogor
Telp: 0251- 8353772
Buka Jam: 09.00 s/d 21.00 WIB

Selasa, 17 Juli 2012

Empuk Wangi, Raisin Bread Tanpa Ragi Buatan Mom

Empuk Wangi, Raisin Bread Tanpa Ragi Buatan Mom


 Kalau ingin kue dan roti yang terbuat dari bahan-bahan sehat, mampirlah di bakery ini. Semua roti dan cake dibuat dari tepung whole wheat, kacang-kacang, dan sayuran. Meski tanpa ragi, raisin bread-nya empuk, wangi dan sangat enak di mulut. Mampir yuk!

Trend hidup sehat akan makin populer tahun depan, menurut prediksi pakar nutrisi dan kuliner. Jauh sebelum itu tahun 2002 pasanganPatrick L Stiady dan Fransiska Indriana sudah membuka Mom's Bakery yang berlokasi di Jl. Progo Bandung.

Tagline 'For a Healthier Life' yang dipasang di bawah nama bakery ini bukan sekedar di tempel. "Bakery ini saya rintis karena awalnya ayah mertua meninggal karena penyakit stroke dan gangguan kesehatan akibat makanan. Saya tergerak untuk memulai usaha makanan yang sehat. Kenapa nggak bikin makanan enak dan sehat," demikian jelas pak Patrick pada detikFood.

Bakery yang menempati ruang tengah rumah yang teduh ini memang hanya membuat kue-kue dan roti dengan bahan-bahan sehat. Sudah banyak dokter di Bandung yang merekomendasikan bakery ini. Di lemari kaca dan rak ditaruh beberapa jenis roti gandum dalam berbagai ukuran.

Di lemari kaca yang tak terlalu besar ada beragam roti manis tanpa ragi, roti kismis,roti blueberry, roti gandum oatmeal, roti keju, roti apel kismis, roti ciabatta dan berbagai jenis roti lain. Selain memakai tepung whole wheat, kacang-kacangan, gula asli juga tidak dipakai bahan kimia seperti perasa atau pemutih.

Jenis cake potongpun juga ada, carrot cake, red velvet cake dan opera cake. Meskipun potongannya kecil,carrot cake-nya memikat. Saat digigit terasa wortel serut, nanas dan kismis. Isiannya lebih padat dari carrot cake biasa. Aroma wangi gula palem dan renyahnya cincangan kacang membuat cake ini enak. Tidak berlemak tetapi ringan dan segar di mulut.

Tak beda dengan red velvet cake-nya yang merah menyala dibalut lapisan tipis krim segar. Teksturnya halus dengan aroma wangi dan rasa manisnya tidak terlalu berat. Hmm... tidak ada rasa manis atau gurih berlebih meskipun cake ini dilapisi krim segar bagian tengah dan kelilingnya.

Yang menarik justru aneka roti yang dibei label 'tanpa ragi'. Roti tanpa yeast ini dibuat dengan 'sourdough' yang memakai ragi dari fermentasi bakteri lactobacillus. Teknik kuno dalam membuat roti ini memang perlu kesabaran ekstra. Saat ini bakery di Eropa hanya beberapa yang bertahan dengan ragi alami ini. Bakteri yang bagus untuk pencernaan membuat roti teksturnya berpori halus.

Selain itu bakterinya sangat baik untuk usus. Warna rotinya kecokelatan karena memakai tepung whole wheat, empuk wangi dengan selingan kismis yang legit. Yang menarik justru cheese bread. Ternyata isian roti ini buka keju cheddar tetapi cream cheese yang lembut gurih. Nyam... nyam sangat pas dengan roti yang empuk. Hmm... sourdough bread ini juga akan jadi trend tahun depan. Beruntung saya sudha menemukan bakery sehat ini.

O, ya khusus buat merayakan hari natal dan hari istimewa, ada sejumlah cake enak dan sehat yang bisa dipesan. Selain opera cake, carrot cake dan red velvet cake, ada pumpkin roll yang legit wangi dan inakti roll. Kue gulung ini memakai campuran jeruk, nanas dan kelapa parut. 

Harga rotinya juga tak beda dengan bakery modern, roti manis isinya sekitar Rp. 5.000,00, roti gandum Rp.12.000,00 dan cake potongannya sekitar Rp. 30.000,00 – Rp. 60.000.00 per loyang. Sebenarnya ada berbagai jajan pasar namun kini sudah tidak terlalu banyak disediakan karena pelanggan lebih menyukai roti sehat. Kini kalau mampir ke Bandung sudah ada bakery sehat yang bakal jadi target untuk beli oleh-oleh sehat!

Mom's Bakery
Jl. Progo No.18
Bandung
Jam buka : 07.00 – 19.00, Minggu : 08.00 – 17.00

Ngariung Lesehan Makan Gurami Bakar Plus Sangu Tutug Oncom

Ngariung Lesehan Makan Gurami Bakar Plus Sangu Tutug Oncom


Makan makanan Sunda paling enak sambil lesehan di saung bambu. Sambil ngariung dengan keluarga atau teman, tangan mencomot gurami bakar dicocol sambal kecap. Tambah nasi hangat, makanan masuk ke mulut. Beuh... Raos pisan!

Berwisata kuliner ke Bogor tentu tak boleh melewatkan makanan Sunda. Ada banyak sekali pilihan warung Sunda di Kota Hujan ini, tapi kami ingin yang menawarkan suasana kampung plus lesehan. Saat melewati Jalan Pajajaran, sebuah restoran menarik perhatian kami. Namanya Gurih7: Restoran & Rumah Talas.

Dari depan, restoran ini terlihat besar dengan parkiran luas. Kamipun hendak parkir di halaman depan, namun diarahkan untuk masuk lewat jalan di samping bangunan. Ah, ternyata di bagian belakang ada halaman luas sekali!

Memasuki parkiran dalam seakan berada di penginapan dengan bungalow dari kayu dan bambu. Rupanya bangunan luar yang kami lihat tadi adalah tempat menjual oleh-oleh, sementara bagian dalamnya adalah restoran yang ditata sedemikian rupa sehingga memunculkan kesan pedesaan yang asri.

Kami berjalan masuk ke area makan diiringi dengan suara gemericik dari air terjun buatan. Anak-anak asyik membasahi kaki di kolam ikan yang luas. Sesekali kami berjinjit dan mendaki undakan batu. Kami memilih tempat makan lesehan di lantai 2 agar puas melihat pemandangan, meskipun ada area dengan meja makan biasa.

Menunya komplet. Mulai dari aneka nasi, nasi timbel, nasi liwet, nasi goreng, nasi bakar dan nasi merah. Ikan gurame hidup yang ada di kolam restoran agaknya jadi unggulan. Ada beragam sajian gurame yang bisa dipilih, digoreng, dibakar, pecak, dan kameume atau saus ebi. Cumil, udang, ayam, sayuran dan daging sapi juga tersedia dalam berbagai pilihan sajian.

Hmm..lumayan bingung juga. Karena perut lapar semua serasa menggiurkan. Gurame goreng, ikan mas goreng, nasi tutug oncom, tumis genjer pun akhirnya jadi menu pilihan. Setelah menentukan pilihan, kami memukul kentongan yang disediakan untuk memanggil pelayan. Mungkin karena terlalu luas, pelayan datang agak lama. 

Karena perut sudah lapar menunggu maka langsung saja saya membuka daun pisang yang membungkus nasi tutug oncom (Rp 9,000). Nasinya empuk menyatu dengan oncom, potongan cabai merah, dan bawang goreng. Oncom yang ditumis dengan cabai dan bawang terasa pedas gurih wangi. Uap hangat membuat aroma daun pisangnya menguar. Hmm...sedapnya!

Semangkuk kecil irisan cabai merah, cabai rawit hijau, dan bawang merah saya sirami kecap sebagai persiapan mencomot gurami bakar ukuran sedang (Rp 67,000). Bagian luar ikan berwarna kehitaman dan mengilat sementara dagingnya putih empuk. Bumbunya sedikit manis tanpa jejak bawang. Karena ikannya segar (hidup) maka dagingnya terasa gurih enak.

Ikan mas goreng (Rp 35,000) dan nasi merah (Rp 5,500) sangat menggiurkan. Kedua sisi daging ikannya dibuat meliuk sseperti terbang. Dagingnya berwarna keemasan dengan sirip dan ekor yang renyah. Mantap dicocol ke sambal kecap yang pedas sambil disuapkan ke mulut bareng nasi merah.

Oseng genjer (Rp 11,000) pun melengkapi suapan sedapnya. Genjer dimasak dengan ebi, cabai hijau, dan cabai merah. Krenyes renyah dan asin. Jadi mantap dengan colekan ke sambal goreng (Rp 6,000). Meskipun kurang menggigit pedasnya.

Selesai makan, kamipun membakar sedikit kalori dengan berjalan ke toko oleh-oleh di depan. Jualan utamanya adalah talas roll (Rp 39-42 ribu) dengan pilihan rasa cream cheese, butter, nanas, strawberry, mocha, cokelat, dan blueberry. Selain cake, ada pula makanan kering, snack, dodol, hingga sirup pala.

Usai makan kenyang, bisa langsung belanja oleh-oleh. Agaknya konsep one stop ini bikin kami tak harus berputar arah lagi mencari toko oleh-oleh. Satu lagi tempat baru buat memuaskan selera di kota hujan!

Gurih7: Restoran & Rumah Talas
Jl. Pajajaran No. 102, Bogor
Telepon: 0251-8317889

Huah..huah.. Disambar Gurame Bakar Hantu Petir!

Huah..huah.. Disambar Gurame Bakar Hantu Petir!



Menyantap gurame paling asyik ramai-ramai denga keluarga. Seperti gurame bakar di resto yang satu ini. Dicocol aneka sambal yang pedas enak. Disuap dengan nasi pulen yang mengepul hangat, ah..asyik benar. Gurame yang satu ini ternyata tidak seseram namanya. Buktikan saja!



Restoran Wulan Sari yang sudah kesohor dengan sajiannya yang istimewa di kawasan Bekasi. Pilihan menunya beragam, mulai dari ikan, ayam, kepiting, udang, juga cumi dengan beberapa olahan berbeda bisa dipesan. Harganya pun konon sangat bersahabat!



Begitu masuk ke dalam area restoran, mata langsung tertuju pada deretan ruangan kotak bersekat anyaman bambu. Agakanya suasana resto dibuat bergaya tradisional dengan suasana santai. Pengunjung bisa selonjoran sambil menikmati makanan.



Pelayan berpakaian batikpun langsung sigap mengantarkan menu. Agak bingung memilih karena menunya lumayan beragam. Pelayan memberi kami rekomendasi untuk mencicipi ayam kremes buatan Wulan Sari yang jadi andalan. Wah, kami justru terpikat dengan gurame bakar hantu petir. Seperti apa ya?



Es Campur ala Wulan Sari (Rp. 18.000) tampil menggoda dengan warnanya yang merah dan berlimpah isian. Es serut yang diberi sirup merah dipadukan dengan kelapa muda, irisan strawberry, buah naga, rumput laut, nata de coco, juga selasih yang diguyur lagi dengan susu kental manis. Segar sebagai pembuka.



Karena udara panas maka, es kelapa batok (Rp. 15.000) juga cepat tandas. Daging kelapanya lembut tipis dengan air kelapa yanga manis alami serta menyegarkan. Wah, kedua hidangan dingin ini malah habis duluan!



Gurame bakar hantu petir (Rp. 48.000) benar-benar memikat. Tak sesangar namanya, tampilan ikan ini malah cerah ceria karena warna toppingnya. Di atasnya ada cabe merah dan hijau, dengan tomat dan bawang merah tumis. Merah, hijau, dan oranye, segar menantang!



Rupanya warna kehitaman gurame karena sapuan bumbu kecap saat dibakar. Nasi pulen hangatpun segera pindah ke piring, diikuti ikan bakar ini bersama toppingnya. Saya kira bakal kepedasan karena melimpahnya cabai. Ternyata cabainya malah tak begitu pedas menggigit. Daging ikannya lembut dengan sapuan bumbu yang manis gurih dan krenyes potongan cabai. Alamak sedapnya!



Ayam kremes wulan sari (Rp. 37.500/setengah ekor) yang jadi jagoan restoran ini juga nampak menggiurkan. Ayamnya berbalut tepung dan digoreng kering renyah, namun bagian dagingnya tetap empuk. Plus ditaburi 'kremesan' yang lumayan royal.



Agaknya ayam goreng ini dibuat dari ayam jantan yang mungil. Makin asyik dimakan dengan cocolan sambal terasi yang harum dan sedikit menyengat. Hmm..karena mungil setengah ekor rasanya kurang.



Cah kangkung ayam (Rp. 15.000) dan sayur asem (Rp. 5.000) menjadi lauk pelengkap yang sedap. Kangkungnya renyah dengan aroma bawang putih yang wangi. Sedangkan sayur asemnya bergaya Sunda. Agak keruh kuahnya dengan semburat rasa manis.



Menu yang beragam, tempat yang luas dengan harga makanan yang tak terlalu mahal membuat restoran ini selalu dipadati pengunjung. Setelah pertemuan dengan gurame bakar hatu petir, pastilah kami akan balik lagi. Ingin disambar kelezatan makanan resto ini? Mampir saja ke sini!



Rumah Makan Wulan Sari

Jl. Raya Kemakmuran No. 14-15 dan No. 45-47
Marga Jaya, Bekasi Selatan
Telp: (021) 88963737/88960333

Nasi Timbel Plus Sambal Cikur

Mengobati Kangen Kampung Dengan Nasi Timbel Plus Sambal Cikur


Ternyata bahagia itu sederhana. Seperti menyantap nasi timbel pun bisa menebus kangen masakan nenek . Apalagi jika dilengkapi dengan ayam berontak, tahu tempe, sayur asem, serta sambal cikur. Ah, pedas-pedas nikmat serasa sedang di kampung!

Di tengah serbuan hidangan internasional, makanan tradisional tak dipungkiri sering membuat kita kangen. Apalagi yang dibuat secara rumahan oleh tangan ibu. Kesederhanaannya justru membuat sajian tersebut semakin lezat dan tak terbeli. Seperti nasi timbel komplet!

Nasi timbel sebenarnya adalah nasi putih hangat yang dibungkus dengan daun pisang. Namun, nasi timbel terasa lebih nikmat daripada nasi putih biasa karena lebih beraroma. Makanan ini banyak ditemui di restoran bergaya Sunda dengan paduan macam-macam lauk.

Mumpung berada di Bogor, saya tak ketinggalan mencoba nasi timbel. Kebetulan saat melintasi daerah Bantarjati, saya melihat rumah makan 'Nasi Timbel Lido' dengan spanduk besar di atasnya. Sayapun teringat sudah lama tak menyantap sajian sedap ini.

Rumah makan ini sederhana, bertempat di halaman depan sebuah rumah pribadi. Area makan semi outdoor ini didominasi warna kuning gading dan kuning terang dengan beberapa spanduk berwarna merah. Kapasitasnya hanya sekitar 20 orang. Kursi dan meja kayu tertata rapi di bawah naungan kanopi.

Pilihan menunya tak begitu beragam. Selain nasi, ada ayam, sayur asem, sate jeroan, lalapan, dan macam-macam sambal. Sayapun memesan nasi timbel (Rp 7,000) dengan lauk ayam berontak, sayur asem, tahu tempe, serta sambal cikur. Untuk minumannya cukup yang sederhana, yakni es teh tawar (Rp 1,000).

Pesanan saya datang. Hmm... Aroma nasinya menguap. Daun pisangnya sedikit layu terkena panas nasi. Sebelum nasi disantap, jari tangan saya mencabik daging ayam berontak (Rp 7,000). Untungnya dia tidak berontak saat saya robek-robek. Hmm..teksturnya agak kenyal, tidak terlalu empuk tetapi gurih sedap.

Paha ayam ini berbalur sambal cabai merah dan cabai hijau. Meski terlihat sangar, nyatanya sajian ini tak terlalu pedas. Sayangnya, ayam yang digunakan lumayan kecil, sehingga tidak puas rasanya jika tidak memesan lauk lain.

Untungnya saya juga memesan sayur asem (Rp 3,000). Isiannya terdiri dari kacang panjang, kacang merah, jagung muda, labu siam, kacang tanah, melinjo, dan daun tangkil. Kuahnya agak keruh, asamnya pas dan tidak pedas.

Sepasang tahu dan tempe goreng (Rp 1,000/potong) saya jadikan cemilan setelah makan, begitupula dengan potongan mentimun dan selada yang menjadi pelengkap. Semuanya saya cocol satu per satu ke sambal cikur (Rp 3,000). Meski awalnya jidat saya berkerut saat mendengar kencur muda yang dijadikan sambal, ternyata saat dicoba rasanya enak juga.

Sambal khas Sunda ini justru terasa segar. Aroma kencurnya cukup menyengat diiringi rasa sedikit pahit pedas.Mungkin tak semua orang suka sambal khas Sunda ini. Rasanya agak pahit, sementara rasa pedasnya didapat dari ulekan cabai rawit merah dan hijau.

Bersantap di rumah makan Nasi Timbel Lido ini jadi serasa makan di rumah. Harganya pun ramah. Untuk yang kangen dengan masakan ibunda, yuk mampir ke sini!

Nasi Timbel Lido
Jl. Bangbarung Raya No. 55, Bantarjati, Bogor
D'Oryzza Food Center, Botani Square Padjajaran, Bogor
Telepon: 081280888296

Gurih-gurih Kenyal Bakso Urat Boboho

Sluuurp! Gurih-gurih Kenyal Bakso Urat Boboho


Kedai bakso yang satu ini tak pernah sepi pengunjung. Ada mi baso urat, mi yamin bakso, es jeruk kelapa, dan es teler. Bakso urat ukuran jumbo tenggelam dalam kuah kaldu yang hangat gurih bersama empat bakso urat ukuran kecil. Sluurp..gurihnya!

Disepanjang jalan kawasan Bantarjati, Bogor berjejer aneka jajanan lezat yang bisa bikin ngiler saat melintas kawasan ini. Salah satu kedai yang selalu ramai adalah Bakso Urat Boboho. Wah, jadi penasaran untuk segera mampir mencicipi.

Banner besar bertuliskan Bakso Urat Boboho, sudah melambai-lambai di depan kedai. Sesuai dengan namanya Bakso Urat Boboho, warung ini menyediakan bakso urat sebagai unggulan. Ada dua gerobak bakso dan minuman pada bagian depan warung. Bangku dan meja panjang yang terjejer rapi memberikan kebebasan kepada pengunjung untuk memilih tempat duduk.

Meskipun hanya dua menu makanan yang ditawarkan. Mie bakso urat dan yamien bakso urat. Uniknya justru ada berbagai jenis jus dan aneka es seperti es teler, es buah, es jeruk kelapa, jus apel, jus melon dan lain-lain. Semangkuk mie baso urat (Rp. 12.000) dan semangkuk es teler (Rp. 8.000) pun saya pesan untuk mengisi perut di sore hari. Maklum cuaca kota Bogor lumayan terik.

Kepulan kuah bakso yang panas dari kejauhan terlihat sangat mengugah selera. Seporsi bakso urat ini berisi satu bakso urat ukuran besar dan 4 buah bakso urat berukuran sedang. Taburan bawang goreng dan seledri menjadi sentuhan akhir. Mmm.. harumnya kuah kaldu bening kecokelatan ini semakin menusuk hidung!

Sluurp.. kuah kaldu bening kecokelatan dengan sedikit jejak lemak terasa gurih tidak berlebihan. Saat digigit bakso uratnya terasa empuk dan lembut dengan jejak urat yang kenyal-kenyal enak. Lain lagi dengan bakso urat ukuran sedang tekturnya lebih halus karena tidak terllau banyak jejak urat sapi didalamnya.

Ada pemandangan yang tak biasa di mangkuk bakso ini. Gorengan warna cokelat bentuk kotak ikut tergenang dalam mangkuk bakso. Saat digigit ternyata ini adalah lemak yang digoreng kering. Mulanya Terksturnya yang garing dan gurih, bisa juga dijadikan sebagai pengganti kerupuk loh. Kriuk-kriuk krenyes, bikin rasa kaldu bakso makin gurih enak.

Semangkuk es teler pun menjadi pendamping pas buat semangkuk bakso. Isian es teler ini sungguh menggoda, ada nangka, kelapa muda dan alpukat. Ditimbuni es serut yang menutupi isian disiram sirup merah dan susu kental manis.

Hmm...rasa dingin manis dan segarnya menghapus rasa gurih bakso di mulut. Tak salah jika di warung ini banyak pilihan es campur. Karena memang pas buat meredam aroma gurih kuah bakso. Isian es teler ini juga lumayan padat. Nangka, alpukat plus kelapa muda berdesakan di dalam es ini.

Ternyata kalau mau jajan enak dan halal tidak perlu mahal di Bogor. Buktinya warung bakso yang bersertifikat halal ini selalu disesaki pengunjung. Apalagi di sore hari. Kalau ke Bogor, jangan lupa jajan bakso di sini!

Bakso Urat “Boboho”
Jl. Bangbarung Raya No.51
Bantarjati-Bogor
Telp: 0251- 8353772
Buka Jam: 09.00 s/d 21.00 WIB

Kering Jengkol Plus Gepuk Beralas Daun Pisang

Wuih Sedapnya, Kering Jengkol Plus Gepuk Beralas Daun Pisang


Di saat udara dingin, perut sangat lapar rasanya makanan yang alami menjadi santapan mantap. Tempatnya nyaman. Ada ikan goreng atau bakar, aneka sambal, tutut, sate pusut, gepuk, ayam goreng plus beragam sambal segar yang pedas menggigit. Hmm... top enaknya!

Di kawasan jalan Citarum Bandung selain strategis juga selalu ramai disambangi orang. Maklum saja beragam rumah makan ada di seputaran jalan ini. Termasuk resto Alas Daun yang baru dibuka 6 bulan silam. Lambang daun pisang berwarna hijau menjadi simbol resto berkonsep tradisional ini.

Kalau ingin mengisi perut dengan nikmat, rasanya resto ini pas jadi tujuan. Setelah mendapat nomor meja tamu akan diminta langsung menuju dapur terbuka yang ada di bagian belakang. Berderet puluhan lauk bisa dipilih langsung. Bingung? Memang itu yang banyak dialami pengunjung apalagi jika perut lapar sekali.

Di bagian depan berderet wadah berisi aneka ikan segar, bawal,kakap, ekor kuning, baronang yang sudah dibersihkan yang bisa dipilih langsung untuk digoreng atau dibakar. Pilihan lauk lainnya, ayam goreng, gepuk, cumi asin, jambal roti, tempe dan tahu kuning, babat, paru, sate telur, sate udang, sate usus dan lain-lain.

Lauk tumisannya juga tak kalah mengoda, tutut, tumis jamur kuping, tumis jamur tiram, perkedel jagung, perkedel kentang, tumis bunga pepaya, tumis balkutak (sotong berikut tintanya), uleketeuk leunca , dan lain-lain. Ada 3 jenis sambal, sambal terasi, sambal cabai hijau dan sambal cabai goreng berikut lalapan segar yang bisa diambil sendiri. Sedangkan karedok diuleg langsung di atas cobek besar.

Akhirnya kering jengkol, sate pusut daging, ayam goreng, tahu tempe goreng, gepuk, 3 jenis sambal plus lalapan jadi pilihan. Di bagian depan ada counter aneka bubur dan otak-otak ikan tenggiri. Setelah duduk, langsung di depan meja diberi sepotong daun pisang. Pelayanpun menaruh nasi langsung ke atas daun pisang yang dipakai sebagai pengganti piring.

Makan gaya alami ini mirip dengan makan gaya menghibung (makan bersama dengan tangan). Tak jauh berbeda karena lauk-pauk juga dinikmati bersama. Tentu saja paling afdol pakai tangan. Karenanya disediakan wastafel di berbagai sudut rumah makan.

Cocolan pertama sambal hijau yang dibuatdari cabai hijau segar dan sedikit kencur langsung terasa menyengat. Untung saja gepuk yang empuk gurih sedikit manis sehingga terasa berimbang. Sate pusut dagingnya terasa kuat bumbu bawang dan cabainya. Ayam gorengnya gurih dan yang paling istimewa justru kering jengkol.

Selintas mirip kering kentang, jengkol diiris tipis halus dan kecil, diaduk dengan adonan gula dan bawang seperti kering tempe. Renyah, crunchy dan manis. Sayang sekali sambal mangganya terasa agak manis karena mangga terlalu masak.

Harga makanan di resto ini tak terlalu mahal apalagi lauk bisa dimakan beramai-ramai. Bekisar dari Rp. 3.000,00 sampai Rp. 10.000,00, khusu untuk ikan segar tergantung ukuran bisa sekitar Rp.45.000,00. Kalau lapar berat dan ingin makan yang asyik, mampir saja ke sini. Berebut lauk, sambal dan lalap, menyuap nasi sambil kepedasan, huah... huah... asyiknya!

Rumah Makan Alas Daun
Jl Citarum No. 34
Bandung
Telepon : 022-7231101, 022-77888889

Selasa, 22 Mei 2012

Menikmati Soto PA SALAM


hufftt soto Pa Salam .. uenaknya
Salah satu yang harus dimiliki dalam berwisata kuliner adalah sifat sabar. Karena kalau kita pergi ke tempat-tempat favorit masyarakat setempat, apalagi ditambah wisatawan kuliner, maka kadang kala terjadi antrian panjang, adu kuat, adu lihai dalam memesan. Nah kalau orang asing (misalnya orang jakarta di bogor .. he he he) suka nggak tau apa yang enak dimakan disana, dan bagaimana cara memesannya. Saran: bawalah orang lokal saat akan makan di tempat seperti itu atau,  coba bersahabat dengan yang kelihatannya ramah dan bisa membantu.
Hal serupa yang dihadapi saat ingin mencicipi soto kuning paling top sedunia ini .. Soto Pa Salam ..beruntung buat kami ada Marchel yang menemani perjalanan sejak di Toge Goreng Mak Epon, jalan-jalan ke pasar bogor, gang Aut, dan Soto Pa Salam ini. Dari dia kami tahu umumnya Pa Salam buka pukul 4-an, berarti kita harus berada disana tidak jauh dari jam segitu karena bila terlambat lama akan kehabisan banyak bahan yang enak-enak .. Belum lagi untuk antrinya ..

tendanya .. antri di kanan ya

antri dari kanan tenda ya

Nah prosedur makan disini, seperti dimana-mana dimulai dengan memesan pada staf Kang Iwan yang bertugas menerima order .. kalau kita tidak kebagian duduk dalam tenda, sebaiknya kita memesan dari ujung sebelah kanan tenda .. karena ujung kiri ada tempat menyiapkan dan penyelesaian transaksi alias bayar-bayar.

dagingnya

jengkol, yang cepat habis

aneka lauk
Disebelah kiri sini kita akan terpapar pada aneka lauk untuk dipilih, baik berupa gorengan seperti empal, kentang, petai, paru; maupun yang rebusan seperti babat, kikil, otak dan lainnya … Kita tinggal tunjuk mau yang mana dan berapa untuk serombongan kita, pakai nasi tidak .. sebaiknya pesan yang cukup untuk dimakan, jangan sampai kekurangan – susah antrinya lagi. [Apalagi jengkol yang kalau meleng sedikit sudah habis ...]

pesan lauk

sibuk melayani

Setelah dari sana akan diproses oleh Kang Iwan, penerus Pa Salam.. orang yang penuh riang akan melayani pembelinya dengan aneka kode dan humornya .. apa ini yang bikin orang betah ya selain enaknya soto itu sendiri ..? Siapa sih yang tidak senang diberi sentuhan manusiawi meskipun antrian panjang dan cukup lama …  Dia akan meracik dan memberikan sentuhan akhir pada pesanan kita sebelum diserahkan … Tinggal menikmati dan bayarlah kalau begitu … pantaslah dia ucapkan “Selamat!” kalau sudah selesai semuanya .. soalnya kita lolos makan soto dengan nikmat dan sabar ..

memotong dan meracik

banyak penggemar

meracik ...

kasih kuah

sudah dipiringi

berhitung .... selamat ya !!
Soal rasanya saya tak akan bercerita banyaklah .. semua sudah bisa bayangkan kegurihan soto semacam ini .. juga betapa enaknya rasa jengkol, empal, paru, babat dan otaknya …ah bikin saya mau kembali kesana secepatnya …

sotoku ....
Catatan: maaf saya motret dalam keadaan lapar dan kalap nunggu antrian …he he he  jadi gak konsentrasi

Nasi Uduk BanSus [BOGOR]



Bansus ... Bandrek Susu enak banget
Makan malam enak bukan hal yang sulit saat di Bogor untuk wisata kuliner. Nah sebagai contoh, Nasi Uduk Bansus ini yang terletak di jalan Pahlawan (kalau dari arah Batutulis sebelah kanan, dari Bogor Trade Mall/Ramayana dia disebelah kiri ..)  ini selalu ramai sejak buka, dan jangan kemalaman kesananya .. hari biasa saja jam 8an bisa sudah habis dia.
Apa yang enak disana .. wah semuanya sih rasanya … baik makanan (nasi uduk dan lauknya) maupun bandrek susunya .. kesana jam 81n sudah habis itu stokjengkol ..
Nasi Uduknya .. disajikan dalam bungkusan daun pisang dengan ukuran sedang, buat saya sih cukup 2 atau 3 saja kalau tidak sedang lapar sekali. Kalau buat icip-icip ya mungkin cukup satu saja …  Nasi mengkilat berminyak dengan aroma halus ditambahkan sedikit bawang goreng siap untuk kita santap. Sambel kacangnya merupakan tambahan yang tak terpisahkan dari menu dasar untuk bersantap disini, jadi jangan dibiarkan itu tempat sambel kacang pergi jauh-jauh karena pasti dibutuhkan sampai butir nasi terakhir ..catatan: kalau tak suka kacang atau sedikit pedas ya tanpa bumbu juga sudah enak sekali kok ..
Nasi uduknya ... asik
Lauk hampir habis
Mulai habis nih .. ada ayam goreng
Lauknya .. pilihan lauk disini sebagaimana pada tempat nasi uduk lain, ada banyak .. mulai dari tempe, tahu, bakwan jagung .. tak lupa semur jengkol nan enak (padahal belum pernah kebagian).. ayam goreng, empal, paru, sate usus dll … saya sudah coba ayam dan parunya .. enak semua dan cocok sekali dengan nasi plus sambel kacangnya..
Bandrek susu … merupakan khas dari tempat makan ini, sesuai dengan namanya … sebetulnya sederhana saja, minuman bandrek diberi susu kental manis .. jadilah bandrek susu ..yang disruput hangat-hangat memberi sensasi segar-segar manis dan hangat .. he he kan memang begitu rasanya … kalau diceritakan sih susah ya … monggo silahkan datang saja… amu makan sambil foto-foto buat kenangan lebih bagus lagi .. kapan lapar tinggal ditengok .. atau disajikan di blog seperti ini …
bansus dan teh