Selasa, 22 Mei 2012

Nasi Uduk dan Nasi Ulam (plus Onde-Onde) di Encim Sukaria – Tangerang



bihun untuk nasi uduk
Kota Tangerang merupakan salah satu kantong budaya peranakan yang dekat dengan Jakarta, sejarahnya mencakup rentang waktu ratusan tahun lalu (mungkin lebih), terutama sejak semakin banyaknya pemukim yang berasal dari daratan Cina pada abad-abad 16an. Hal ini terlihat dengan adanya beberapa kelenteng besar tempat peribadatan disana. Peranakan disana disebut Cina Benteng, menyebut dirinya orang Benteng, apa ada benteng disana? Ini bagian dari Benteng Heritage.
Kali ini saya berkesempatan merasakan salah satu masakan yang jadi andalan disana, nasi uduk dan nasi ulam .. sebetulnya juaranya adalah ketupat sayur tapi saya cuma icip dua sendok saja jadi disisakan untuk laporan kunjungan kali berikutnya saja ..

Pak Bondan di nasi uduk
menu utama sudah dipajang juga
Nasi Uduk. Hidangan disini porsinya lumayan besar, jadi kalau tak biasa makan banyak perlu hati-hati. Nasi uduk disajikan dengan bihun, kentang, tahu, kuah dan kerupuk sudah memenuhi piring. Belum lagi begitu banyak pilihan tambahannya, telor sambel, ayam goreng, semur jengkol dan udang tepungdan lainnya. Pilihan saya saat makan adalah semur jengkol dan udang tepungnya. Nah belum lagi sambel yang tersedia dimeja untuk menemani bersantap.
Dengan begitu banyaknya lauk bisa dibayangkan betapa lidah kita harus cermat meneliti dan menikmati satu persatu kombinasi rasa pada hidangan yang disantap. Nasi uduk dengan daun kemangi saja sudah merupakan atraksi menarik untuk lidah, belum ditambah kuah semur, dan sambel .. wah rumit tapi enak. Juga si bihun yang menemani membawa karakter rasa sendiri, belum tahu dan jengkol .. wah memang nikmat sekali. Tak heranlah nasi uduk disini laris. Nah juara dari kombinasi ini ada pada udang tepung.
Udang goreng tepung/ Bakwan Udang. Penampakan sangat bersahaja cenderung tidak menarik dan jangan bandingkan dengan tempura (udang goreng tepung juga) dari segi tampilannya. Tapi gigitan pertama saja sudah membuktikan keunggulannya. Bayangkan saja, begitu digigit sangat terasa renyah, krenyes ..kriuk … itu tepung garingnya tak nampak dari luar tapi luar biasa rasanya … Nah selesai dari tepung sampailah kita pada si udang. Udang dalam tepung ini juga luar biasa … krenyes .. sangat pas teksturnya, tidak keras tapi sangat pas matang dan juicy … wah … untung aku ambil dua … Ini juga cepat habis disana.

nasi uduk plus jengkol plus udang tepung
jengkol dan udang dari dekat
ludes si nasi uduk .. apa lagi ya ...
Setelah menghabiskan satu piring nasi uduk dengan semur jengkol dan bakwan udang sebagai sarapan, tetap saja perut masih kosong, lha perjalanan ke Tangerang kan jauh pasti lapar …. Nah mulailah memilih antara ketupat sayur atau nasi ulam … Pilihan dijatuhkan pada nasi ulam, biar lain kali masih tergerak datang untuk icip ketupat sayur sang juara disana.

ini meracik nasi ulam
masih diracik
Nasi Ulam. Sebenarnya ini makanan baru buat saya, karena belum pernah mencoba sebelumnya. Campuran dasarnya sih serupa dengan nasi uduk tapi terdapat beberapa perbedaan mendasar.  Nasinya sendiri bukan hanya nasi putih plus seperti nasi uduk, tetapi sudah dikombinasikan dengan berbagai bahan (lihat di baskom warna hijau muda itu), sehingga namanya jadi nasi ulam yang kecoklatan itu.. konon sih bahannya dari kacang sangrai, kelapa dan rempah … Menurut engkoh yang menyiapkan alias sipemilik, bihun yang digunakan untuk nasi ulam juga dimasak berbeda dengan bihun nasi uduk.   Selain itu ada rajang dadar, kentang dan kemangi. Tak lupa saya tambahkan si bakwan udang …
Soal rasa … nah awal-awalnya aneh juga untuk menerima campuran nasi seperti itu … hm rada seret masuknya .. ah ah ini fenomena biasa saat icip-icip makanan baru .. tetapi setelah tahu mengkombinasikan nasi, lauk dan sambel .. wah memang tidak salah juga kombinasi nasi ulam seperti ini disukai orang disana … apalagi ada tepungnya … coba sendiri deh …
nasi ulam plus udang tepung
uenaknya
onde-onde rasa super enak
Nah setelah perut cukup terisi dengan nasi uduk dan nasi ulam plus semur jengkol dan udang tepung alias bakwan jagung .. sudah waktunya mengisi dengan yang kecil-kecil, dan pilihan ada pada onde-onde yang dijajakan dipintu masuk … semula tak percaya ditempat jauh begini ada onde-onde seenak ini … wah renyah sekali digigit kulitnya yang berwijen itu, juga isi kacanghijaunya itu .. waduk kombinasi super pas buat onde-onde … jadi ini juara dua setelah udang ….
Tambahan: masih banyak tempat kuliner yang enak diseputar sini, jus buah disebelah, gado-gado, soto-mie, otak-otak … belum saya coba … mari silahkan dicoba … oh iya kalau kesini pagi ya … siang biasanya sudah habis itu nasi uduk dan nasi ulam … akan berganti dengan menu restoran …

Andy dan Olga

0 komentar:

Posting Komentar